Haridwipa Gamelan group ada sejak tahun 2001 hingga sekarang, dengan embrio pemikiran dari I Gusti Nengah Hari Mahardika dalam berkreativitas. Berawal dari bergelut di bidang sastra yakni mengiringi puisi-puisi karya Penyair Samar Gantang. Hari Dwipa berkarya komposisi karawitan, pertunjukan musik, pertunjukan tari, teater, bermain improviasi, kecak kolosal, okokan kolosal, serta berkombinasi dengan instrumen gamelan Bali diantaranya gong kebyar, semarandana, selonding, baleganjur, gender wayang. Hari Dwipa dalam pertunjukan dan karya-karyanya memadukan antara instrumen tradisional Bali dengan perkusi seperti djembe, conga, okokan, tektekan kepuakan serta instrumen ciptaan baru yang disebut dengan Reklik. Reklik merupakan reong tingklik sebuah instrumen terbuat dari bambu dan bertimulasi dari budaya agraris di Bali.
Kreativitas dalam personalitas serta dedikasi mengantarkan pada pemikiran terus berkarya dan berkarya. Sehingga mengantarkan pada kesempatan mengarungi pengalaman berkesenian di Bali, diluar Bali, bahkan berkesempatan mendapat pengalaman keluar negeri dalam pertunjukan seni, berkolaborasi dengan seniman dalam dan luar negeri, serta mempertunjukan karya komposisi musik/karawitan dan pertunjukan tari, seperti Chile dan Peru (2005), Prancis (2006), dan New York (2007), Singapura (2018), Thailand (2025), dalam konteks pertunjukan Bali khususnya gamelan dan promosi budaya Indonesia.
Secara resmi sanggar Haridwipa Gamelan Group diberikan surat keputusan oleh Perbekel Desa dauh Peken tertanggal 2 Desember 2007, dengan kepengurusan dan mengembangkan kelembagaan organisasi dalam kegiatan seni budaya di Desa dauh Peken. Sebagai ajang kreatifitas seni dan wadah pelestarian, pengembangan, dan olah kreativitas seni, Sanggar Haridwipa Gamelan Group kini beranggotakan kurang lebih 240 anggota. Kontinuitas dalam meregenerasi seni, melestarikan, dan mengembangkan seni khususnya gamelan, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa berorientasi pada penghargaan terhadap seni dan kesenian Bali yang notabena merupakan karya adiluhung leluhur yang harus kita junjung tinggi.
Visi dan Misi
Sanggar Haridwipa Gamelan Group
Visi
Mempertajam intuisi menghaluskan perasaan
Misi
Tujuan
Sasaran dan Srategi Pencapaiannya
Anak-anak dan generasi muda untuk memahami budaya Bali khususnya gamelan Bali
Dengan komposisi musikalisasi puisi dan musik minimalis. Lambat laun dedikasi berkesenian ini terus ia lakukan dengan orientasi pelesatarian budaya. Dengan membentuk sebuah sanggar seni.
Dalam perjalanannya, kami membawa gamelan Bali go international ke banyak Negara. Mulai dari Chile dan Peru pada tahun 2005, Prancis (2006), New York, AS (2007), Austria (2009), dan Singapura (2018).
Sebelumnya ada juga penghargaan Best Musician for Completing the 2001 Irene Diamond Summer Institute, National Dane Institute New York tahun 2007, Best Performent at Play Freely Music Festival di Sinagpore tahun 2018 serta baru-baru ini meraih sertifikat Parama Patram Budaya dari Dinas Kebudayaan Provinsi dan Gubernur Bali tahun 2021.
Haridwipa Gamelan Group sendiri memiliki ciri khas penggunaan berbagai macam instrumen musik selain gamelan yang sudah umum digunakan, seperti gamelan semarandana, gender wayang, dan balaganjur.
Hari Mahardika menjelaskan bahwa personalitas sanggar yang memiliki 140 anggota ini mengedepankan satu rasa dalam jiwa dengan memaknai seni dengan berlandaskan konsep Tri Hita Karana.
“Keseimbangan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam lingkungan, serta manusia dengan sesama, agar tercipta keselarasan kehidupan melalui ranah berkesenian, seni, berkontekstual dengan proses bergulatnya pelestarian seni, perkembangan seni, dan penciptaan seni lintas batas,”